Belasan tahun malang melintang membawakan aliran musik reggae di ranah musik Tanah Air. Selain dikenal di Indonesia, nama Tony Q juga sudah dikenal luas di komunitas reggae dunia.
JAKARTA (1/8/2008) TIDAK usah heran pula, jika lantunan suaranya yang khas dapat dinikmati dalam album Putumayo World Music Album Compilation 'Reggae Playground' 2006. Ya, bagi pecinta musik reggae, Tony Q adalah sosok musisi reggae legendaris di Tanah Air.
Sebelum bermunculannya penyanyi solo atau grup-grup pengusung reggae belakangan ini seperti Ras Muhammad, Steven & Coconuttrez, Jamaika Reggae, Rastafara, dan sejumlah nama lainnya, pemuda berkulit hitam dan berambut gimbal ini sudah malang melintang membawakan aliran musik yang berasal dari Jamaika tersebut di pentas-pentas musik Tanah Air. hebatnya lagi, Tony Q tidak hanya dikenal di kalangan komunitas reggae di Tanah Air, tapi juga hingga ke mancanegara.
Hal itu dibuktikan dengan dijadikannya Tony Q sebagai Headlines pada 'Bob Marley Festival' Houston, Texas, USA pada 2002 lalu. Tidak hanya itu, lantunan suaranya yang khas juga dapat dinikmati dalam album Putumayo World Music Album Compilation 'Reggae Playground' 2006. Prestasi membanggakan yang tampaknya belum bisa diikuti oleh musisi lainnya di Tanah Air, baik sesama pengusung aliran reggae maupun aliran lainnya.
Di kalangan raggaemania di Tanah Air, musisi yang pembawaannya kalem ini juga dianggap sebagai pelopor dan bapak reggae karena berkat semangat, perjuangan, kerja keras serta dedikasinya, musik reggae akhirnya bisa berkembang dan diterima oleh pecinta musik di Tanah air.
"Saya pertama kali mengenal musik reggae era 80an saat musik ini belum begitu familiar di Tanah Air. Pasalnya, saya merasa musik dan filosofi yang dikandungnya sesuai dengan jiwa. Makanya saya pun terus konsisten berjuang agar musik yang berasal dari Jamaika ini bisa diterima di Tanah Air," ungkap Tony.
Diceritakan pria berambut gimbal ini, kecintaannya pada aliran yang dipopulerkan oleh Bob Marley ini sudah berlangsung sejak 18 tahun lalu. Mulanya dia hanya penasaran dengan musik reggae lantaran orang sering membicarakannya. Saking penasarannya, dia akhirnya mencari kaset Bob Marley di toko kaset langganannya.
Semenjak itulah, dia memberanikan diri untuk membentuk band beraliran reggae pada 1989. Sayangnya belum lagi negtop, semua personel bandnya mengundurkan diri dengan alasan aliran musik yang dimainkan tidak memiliki prospek yang cerah dipasaran.
Toh, kondisi ini tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang dijalur reggae. Akhirnya, pada 1996 Tony berhasil merampungkan album perdananya yang bertajuk 'Rambut Gimbal' dengan hits 'Rambut Gimbal'. Setelah itu berturut-turut hadir album-album lainnya, seperti Gue Falling Love (1997), Damai Dengan Cinta (2000), Kronologi (2003), Selalu Damai (2005), dan Anak Kampung (2007).
Katanya lagi, saat memutuskan untuk sepenuhnya menekuni musik reggae, dia juga tidak memikirkan popularitas ataupun hal lainnya. Buatnya yang terpenting adalah bisa memainkan musik yang sesuai dengan isi hati dan jiwanya. (anc/E-2)
White Shoes & The Couples Company menerima penghargaan dari MURI (Musium Rekor Indonesia) sebagai \\\'Band Indonesia Pertama\\\' yang menjalin kontrak kerjasama dan merilis debut album dengan perusahaan rekaman di Amerika Serikat. More »
Kata `Maaf` adalah sebuah kata yang sangat susah utuk diucapkan kepada orang lain secara tulus,tapi jika anda mampu melakukannya tentunya akan membuat hati anda dan orang yang dimintai maaf akan jadi lega,Memang kata Maaf bukan sekedar ucapan yang mu More »